Teman adalah segalanya. . .
Apa benar? Apa arti teman sesungguhnya? Akhir-akhir ini Kipi banyak sekali mendapat masalah dengan teman-teman Kipi. Dia selalu bilang Kipi selalu jahat padanya. Kipi sendiri juga tidak tahu apa-apa tentang permasalahan itu. Menurut Kipi, Kipi sudah berusaha menjadi teman yang baik untuknya. Tidak hanya untuk dia saja, tapi dengan teman-teman kipi yang lain. Kali ini Kipi membuat post tentang teman.
Menurut teman Kipi itu, teman tidak akan memfitnah temannya sendiri. Kita selalu berusaha tidak menyebarkan hal-hal buruk tentang teman kita. Kita tahu, seorang teman harus bisa menjaga rahasia temannya sendiri. Bukannya menyesatkan teman dengan menyebarkan kekurangan teman.
Ada juga yang berpendapat, teman tidak akan bertengkar dengan teman lain. Meskipun antara perselisihan antar teman, lebih baik perselisihan itu diselesaikan dengan kepala dingin. Bukannya membeberkan masalah itu dan membesarkannya. Akibatnya nanti, masalah itu bukannya akan selesai, tapi akan bertambah rumit.
Teman adalah tempat kita untuk mencurahkan isi hati. Jika kita ada masalah, kita juga sering curhat ke teman kita. Dengan mencurahkan isi hati, mungkin kita bisa merasa beban kita jadi berkurang karena kita bagi dengan teman kita. Selain itu teman kita juga bisa menmberikan solusi kepada kita tentang masalah yang kita hadapi.
Teman juga bisa membantu kita saat ujian. Ssssstt….. memang sedikit curang. Tapi, ketika kita menghadapi ujian atau ulangan, kita pasti membutuhkan teman. Apalagi saat kita merasa terdesak tidak bisa mengerjakan soal. Kita bisa meminta bantuan kepada teman kita. Bukan berarti kita dapat menyontek pekerjaan teman terus menerus. Lebih baik lagi kita meminta bantuan teman ketika kita menjelang ujian.
Dengan bersama-sama teman kita, kita bisa mengisi waktu luang kita. Misalkan saja dengan cara bermain-main bersama. Jalan-jalan sambil nonton. Atau juga dengan chattingan, telepon, dan lain-lain. Jadi hari-hari kita tidak akan sepi. Selalu ada teman yang mendampingi kita. Kita tidak akan merasa bosan dengan teman-teman kita. Apalagi dengan teman yang memiliki hobi yang sama dengan kita.
Teman juga bisa dijadikan lawan latihan bakat yang kita miliki. Misalkan saja kita berbakat bermain skateboard, kita bisa berlatih dengan teman kita. Atau misalkan kita berbakat dalam bidang seni, kita bisa menjadikan teman kita untuk membantu kita dalam berkarya.
Dalam berlatih menggunakan bahasa, kita juga butuh teman. Bahasa sehari-hari yang kita gunakan itu dapat kita lafalkan dengan baik karena adanya teman kita yang selalu menjadi partner kita dalam melatih bahasa kita. Begitu juga dengan berlatih bahasa asing, cara paling mudah untuk mempelajarinya adalah dengan berlatih bersama teman kita.
Tapi jangan menyalah gunakan teman. Kalau kita sedang suntuk, jangan gunakan teman kita sebagai pelampiasan. Justru gunakan teman kita sebagai pengusir rasa suntuk kita. Jika kita menjadikan teman sebagai pelampiasan, itu namanya bukan teman.
Oh iya teman kita tidak ada batasan umur dengan kita. Bisa saja teman kita seumuran dengan kita, orang tua kita, guru, adik atau kakak kelas. Teman juga bukan hanya sesama manusia saja. Kita bisa juga menjadikan hewan atau benda kesayangan kita sebagai teman kita.
Hmmmm……. itu sedikit opini Kipi tentang teman. Mungkin ada yang mau menambahkan opini?